Skip to main content

Tidakkah Aneh (1)

Terinspirasi dari yang sedang ribet mengurusi temu alumni.

Aku kemarin menemukan hal yang aneh terkait reunian. Entah cuma aku saja, atau banyak yang berpikir hal sama. Menurutku, ketika tinggal di sebuah kota, maka lebih tidak berminat diajak reunian di kota itu juga.

Dalam kasusku, karena tinggal dan bermukim di Jogja, aku malah jarang ikut reuni atau ketemuan baik acara teman SMA ataupun teman kuliah. Dan biasanya yang mengajak reunian memang mereka yang dari luar Jogja atau sekarang bekerja di luar Jogja.

Ya, Jogja memang ngangenin. Setiap sudut kota dan jalannya menyiratkan kenangan dan catatan. Tapi entah kenapa aku tidak berminat reunian di kota ini.

Mungkin karena sudah bosan. Toh tiap hari juga bisa kalo sekadar mau kulineran gudeg atau bakmi jawa. Atau mungkin karena malah jadi menyepelekan? Maksudku, tidak sedikit teman SMA atau teman kuliahku yang sama-sama tinggal di Jogja saat ini. Tapi ya juga tidak pernah berkumpul untuk event khusus. Menurutku sih ya toh di Jogja ini, dimana jarak dan waktu bukan kendala sebesar di ibukota. Kalau memang ingin ketemu tinggal buat janji atau datangi langsung ke rumah.

Atau mungkin hanya karena: rindu membutuhkan jarak ruang dan waktu.

Comments

Popular posts from this blog

Understanding and Curing Limerence

(Excerpt from limerence.net, nothing was written by me)The phases of limerence
Like other addictions, we see limerence originating from early life psychological wounding. We use it to fill a hole in our soul.  We  describe  limerence as the mother of all distractions and when working with clients in limerence we are  curious to uncover what is it the person avoiding dealing with?  So often there is deep unresolved emotional pain. The client has protected themselves by covering their hearts over the years and decades with layers and layers of reinforced concrete.  This was a survival mechanism necessary from growing up in a dysfunctional and often narcissistic family system. The reality is limerence never lasts – typically it spans from 6-36 months. Just long enough for us to pair-bond and continue the survival of the species. Recent advances in neuroimaging and neurochemistry are now mapping out these pathways for romantic love. We also feel limerence is a gateway to grief. It marks …

Sort of Mid Life Crisis

Let's call it a premature mid life crisis
A time in my thirties
When everything goes everywhere
Or in another term
Goes nowhereA time when things are pretty much "it"
All the excitement has wore down
Nothing big to anticipateMaybe it's too much to say
Everything's downhill from here
But it's probably trueNot that I'm not grateful
I'm just being realistic
Maybe I had too many adrenaline in the past
So life's now seems so dullHappiness and fun comes in very different sizes, boxes and colors
Maybe I'm just not ready yet
To get tiny pale yellow boxes every other day
When deep inside I'm still waiting for that big shiny rainbow boxLife can never be as fun and thrilling as it was beforeOr can it?

Anti Proliferasi Reuni

Sebenarnya apa yang mendorong orang -dan maksudku BANYAK sekali orang- mengadakan reuni beberapa tahun terakhir?Satu hal yang jelas, sejak meluasnya penggunaan media sosial, orang "berumur" (sudah punya cukup umur dan alasan) semakin mudah terhubung dengan kawan lamanya, dari berbagai tingkatan sekolah dan jenjang studi. Ini memudahkan mereka mengetahui kabar dan lokasi masing-masing, juga untuk mengkoordinasi acara reuni itu sendiri.Sejujurnya aku jengah dengan fenomena reuni ini. Kalau dulu, reuni itu dianggap layak disebut reuni karena dilakukan setelah sepuluh, dua puluh bahkan tiga puluh tahun sejak lulus. Sekarang, sepertinya setiap tahun ada saja acara temu alumni atau reuni. Malah jadi tidak istimewa menurutku.Secara pribadi, aku bukan peminat reuni. Kalau memang ingin kumpul dengan teman lama (yang tentu saja teman paling dekat tidak akan lebih dari sepuluh orang per tingkat sekolah), aku akan datangi mereka di rumah, mengundang ke rumahku, atau janjian bertemu di r…