Skip to main content

Ngapain sih Kerja?

Yes. Really.
Ngapain sih kerja?

Lepas dari "harus" kerja untuk dapat penghasilan, lalu dapat penghasilan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup. Dst dst dst. Karena kalau hanya menggunakan alasan ini, banyak narasi alternatif di luar sana yang menawarkan strategi dan gaya hidup yang membebaskan dari ketergantungan keuangan.

Jadi, kerja untuk apa? Bila sandang, pangan, dan papan bukan masalah besar, apakah masih mau atau perlu bekerja?

Mari bayangkan kehidupan utopis. Tinggal di pulau terpencil. Belanja dari petani dan nelayan tetangga sendiri. Rumah dibangun dari materi lokal dengan tenaga gotong royong. Internet dan komunikasi bukan masalah karena sudah ada teknologi swadaya satelit bertenaga surya. Apa yang akan kamu lakukan untuk mengisi waktumu?

Sebagian orang bilang bekerja untuk kepuasan. Tapi kepuasan seperti apa? Mungkin puas karena bekerja memungkinkan untuk membuktikan kemampuan diri, keunggulan diri. Puas karena bekerja membuatnya bisa menolong orang lain. Karena bisa mengekspresikan bakatnya. Karena bisa membuktikan diri. Karena bisa mendapatkan pujian dan pengakuan. Karena bisa membela sesuatu yang diyakini.

Mungkin ini semua tentang makna.

Mungkin kita bekerja karena sedang berharap menemukan makna keberadaan diri kita di dunia ini.

Mungkin saja.

Comments

Popular posts from this blog

Understanding and Curing Limerence

(Excerpt from limerence.net, nothing was written by me)The phases of limerence
Like other addictions, we see limerence originating from early life psychological wounding. We use it to fill a hole in our soul.  We  describe  limerence as the mother of all distractions and when working with clients in limerence we are  curious to uncover what is it the person avoiding dealing with?  So often there is deep unresolved emotional pain. The client has protected themselves by covering their hearts over the years and decades with layers and layers of reinforced concrete.  This was a survival mechanism necessary from growing up in a dysfunctional and often narcissistic family system. The reality is limerence never lasts – typically it spans from 6-36 months. Just long enough for us to pair-bond and continue the survival of the species. Recent advances in neuroimaging and neurochemistry are now mapping out these pathways for romantic love. We also feel limerence is a gateway to grief. It marks …

Karir Impian: Jaman SD

Tak sedikit tokoh pendidikan dan pemerhati minat bakat yang menyebut tahun-tahun pertama kehidupan kita acapkali memberi petunjuk penting tentang bakat atau karir yang cocok untuk kita.Saya tidak sedang memiliki keleluasaan waktu untuk mencari landasan ilmiah pernyataan di atas, jadi dalam sepotong tulisan ini saya akan berbagi kisah dan perenungan sederhana. Tentang bagaimana saya saat usia SD memandang minat, bakat, dan satu kata menyebalkan yang sering ditanyakan orang dewasa pada anak-anak: cita-cita.Sejujurnya, saya tidak terlalu ingat masa kecil saya. Bisa dibilang ingatan saya buruk. Ingatan nama orang, ingatan surat-surat pendek, nama ibukota negara, atau ingatan tanggal peristiwa sejarah, mudah sekali menguap. Untungnya perekaman bahasa, logika dan makna saya tidak terlalu jelek. Jadi, silakan ragukan waktu tepatnya kejadian dalam tulisan ini.Minat
Apa yang saya sukai saat SD? Yang saya enjoy lakukan? Hm, dari cerita keluarga, saya sangat menikmati membaca dan belajar. Wow. B…

Before The Last Day

Tomorrow's my last day of being an office worker.What do I feel right now?Relief. Of not having a big system above me.
Rushed. Of moving out files and stuffs
Longing. Starting to notice what I'll be missing.
Poised. As if time stand still in this place.
Anxious. Of the challenges ahead.I'm still breathing.
I'm alive.