Skip to main content

Kartini Kebahagiaan

Aray sayang,

Apakah menurutmu suatu kebetulan hari lahirmu berdekatan dengan hari Kartini? Yah, meski Bunda lebih memilih memaknainya berdekatan dengan peringatan hari Bumi, 22 April, yang datang besok lusa.

Kamu mungkin belum terlalu ingat ini, karena Bunda baru beberapa kali menceritakan ini. Jadi biarkan Bunda meracau sekali lagi. Ya, tentang arti namamu. Araysa Sendang Narakaia. Araysa itu singkatan dari Anak RAni dan hYSA. Sendang artinya sumber. Sementara Narakaia itu Ayah dan Bunda temu via Google, dari bahasa Yunani. Nara artinya kebahagiaan, dan Kaia artinya (planet) bumi. Jadi namamu adalah doa kami agar kamu menjadi sumber kebahagiaan bagi dan atau di atas muka bumi.

Apa hubungannya dengan hari Kartini? Hm, menurut Bunda sih karena menjadi atau meneladani Kartini artinya menemukan jati diri pribadi dan menemukan kebahagiaan bagi diri sebagai perempuan. Layaknya Kartini yang tak bahagia melihat perempuan di sekitarnya tertindas dan dibodohi. Dan menemukan kebahagiaan saat mengajar, membaca dan menulis. Maka Bunda berharap Aray bisa menemukan arti bahagia yang hakiki bagi dirimu, dan arti mulia menjadi kebahagiaan bagi orang lain.

Salam sayang,

Bunda

(Ditulis juga dalam rangka tugas dari sekolah Aray utk para Ibu, sebuah alternatif "peringatan" Hari Kartini yang patut diapresiasi)

Comments

Popular posts from this blog

Karir Impian: Jaman SD

Tak sedikit tokoh pendidikan dan pemerhati minat bakat yang menyebut tahun-tahun pertama kehidupan kita acapkali memberi petunjuk penting tentang bakat atau karir yang cocok untuk kita.Saya tidak sedang memiliki keleluasaan waktu untuk mencari landasan ilmiah pernyataan di atas, jadi dalam sepotong tulisan ini saya akan berbagi kisah dan perenungan sederhana. Tentang bagaimana saya saat usia SD memandang minat, bakat, dan satu kata menyebalkan yang sering ditanyakan orang dewasa pada anak-anak: cita-cita.Sejujurnya, saya tidak terlalu ingat masa kecil saya. Bisa dibilang ingatan saya buruk. Ingatan nama orang, ingatan surat-surat pendek, nama ibukota negara, atau ingatan tanggal peristiwa sejarah, mudah sekali menguap. Untungnya perekaman bahasa, logika dan makna saya tidak terlalu jelek. Jadi, silakan ragukan waktu tepatnya kejadian dalam tulisan ini.Minat
Apa yang saya sukai saat SD? Yang saya enjoy lakukan? Hm, dari cerita keluarga, saya sangat menikmati membaca dan belajar. Wow. B…

Batas Sabar

Ketika didera tekanan bertubi-tubi
Saat dituntut ini itu tiada henti
Lalu mendadak diminta patuh tanpa tapi
Wajarkah bersabar?Saat semua yang dibangun diruntuhkan
Ketika hasil kerja keras bertahun-tahun dipandang rendah
Lalu diperintah bagaikan robot berkarat
Boleh 'kan tak bersabar?Ketika makna hilang dihempas terpaan
Saat tak ada lagi alasan untuk bertahan
Hanya ada tanya berkecamuk dalam dada
Tampak jelas batas kesabaranSabar ada bukan hanya dalam menahan cobaan
Sabar mewujud nyata dalam upaya dan usaha
Sabar itu karena menerima dengan lapang dada
Bahwa setiap yang datang kepada kita adalah guruGuru maha yang datang dengan tanya"Sabar ada batasnya" atau  "Kesabaran sejati tak terbatas"?(Sepucuk pelipur lara buat pejuang Komako yang diuji kesabarannya beberapa hari ini. Maafkan alumnimu ya gaes)

Understanding and Curing Limerence

(Excerpt from limerence.net, nothing was written by me)The phases of limerence
Like other addictions, we see limerence originating from early life psychological wounding. We use it to fill a hole in our soul.  We  describe  limerence as the mother of all distractions and when working with clients in limerence we are  curious to uncover what is it the person avoiding dealing with?  So often there is deep unresolved emotional pain. The client has protected themselves by covering their hearts over the years and decades with layers and layers of reinforced concrete.  This was a survival mechanism necessary from growing up in a dysfunctional and often narcissistic family system. The reality is limerence never lasts – typically it spans from 6-36 months. Just long enough for us to pair-bond and continue the survival of the species. Recent advances in neuroimaging and neurochemistry are now mapping out these pathways for romantic love. We also feel limerence is a gateway to grief. It marks …